Monthly Archives: Januari 2018

Mengapa Rok Umbrella Tidak merata?

Standar

 

saya bukan ahli, saya hanya mencoba mengilustrasikan sesuai kemampuan saya saja, kalo ada kurangnya… mohon maaf dulu 🙏

perhatikan gambar dibawah ini!

Graphic1.jpg
Ini adalah contoh peletakan pola pada kain untuk memotong gamis model umbrella pada pola jiplak saya.
CARA PERTAMA adalah pemotongan rok umbrella dengan sambungan sisi kiri dan kanan. ini yang menggunakan rits hanya sebatas pinggang ya. untuk rits panjang melewati garis pinggang, berbeda lagi cara peletakan polanya.
sedangkan
CARA KEDUA adalah pemotongan umbrella dengan satu sambungan yaitu hanya sambungan belakang.

Perhatikan tanda panah arah serat kain!
pada CARA PERTAMA bagian rok depan kebagian serat serong sedangkan bagian samping kiri-kanan kebagian serat memanjang dan melebar. pada CARA KEDUA bagian depan kebagian serat melebar dan bagian rok yang letaknya disamping kebagian serat serong.

serat serong pada kain umumnya bersifat lebih mulur, elastis, menarik kebawah. apalagi kalo kain yang digunakan bersifat berat, maka akan tambah kebawah.itulah mengapa bagian yang kebagian serat serong akan lebih panjang daripada bagian yang lainnya. untuk pemotongan CARA PERTAMA, akan lebih panjang bagian tengah, untuk di CARA KEDUA, lebih panjang bagian kiri kanan.

potongan melingkar pada bagian serat serong juga cenderung menghasilkan efek lebih keriting. hal ini pula yang mengakibatkan terjadi kerumpulan rok yang berkumpul disalah satu sisi. pada CARA PERTAMA akan ngumpul di tengah dan pada CARA KEDUA akan ngumpul di kiri dan kanan.

SOLUSI ?! untuk umbrela berbahan katun atau berbahan ajeg lainnya biasanya jarang menemukan masalah ini. ada sih, tapi biasanya tidak terlalu nampak sehingga tidak membutuhkan solusi. erdasarkan pengalaman saya, biasanya akan meratakan bagian rok dengan memposisikan gaun/rok umbrela dengan cara digantungkan atau dipasang dimaneqin. karena apabila umbrellanya diletakkan di atas kain kita tidak dapat melihat perbedaannya, tidak kelihatan, nampak sudah sama panjangnya.
ada pula yang mengurangi pola bagian yang kebagian serat serong menjadi 2-3 cm lenih pendek, namun ini juga tidak akurat karena daya mulur tiap kain berbeda beda.

pada umbrella berbahan katun atau ajeg lainnya biasanya bisa menggunakan cara potong yang mana saja, tidak terlalu efek seratnya. sedangkan pada umbrella berbahan berat seperti satin, hermes, ceruti dll, kebanyakan orang menggunakan cara pertama.

demikian kira2 ilustrasinya, sedikit sebatas ilmu saya. untuk teman2 yang biasa mengerjakan proyek umbrella mungkin lebih berpengalaman dalam mengatasi hal ini. yukk share… kita belajar barengan

Pola Dasar Badan

Standar

Assalamualaikum,

kali ini saya mau share pola dasar badan yang biasanya saya gunakan untuk menjahit pakaian. sebelumnya pernah di shre juga di Fans Page saya di FB dengan versi yang lebih komplit step by stepnya. silakan ke sana kalo penasaran, hehehe…

DASAR BADAN.jpg

Cara Membuat Pola Dasar Bagian Depan :

pertama tama, gambar dulu sebuah garis tegak lurus. dan namai ujung sudutya dengan nama titik A, lalu selanjutnya mulai menghitung dan menggambar bagian yang lainnya.
AB = 1/6 lingkar leher + 0,5 cm
AC = 1/6 lingkar leher + 1,5 cm
hubungkan titik B dan C membentuk kerung leher
dari garis atas ukur 3 cm turun kebawah. buat garis bantu sejajar garis atas. kemudian dari titik B ukur hingga menyentuh garis bantu.
BD = panjang bahu
AE = 1/2 panjang punggung + 1,5 cm
EF = 1/4 lingkar badan + 1 cm
titik G merupakan tengah-tengah CE,
GH = lebar muka
lalu hubungkan titik D, H, dan F membentuk sebuah kerung lengan.
AI = panjang punggung
IJ = jarak payudara
JK = tinggi puncak dada
JJ1 = JJ2 = 1,5 cm
lalu hubungkan titik J1, K, dan J2 membentuk kupnat
IL = 1/4 lingkar pinggang + 1 cm + 3 cm (kupnat)
hubungkan titik I dengan J1 dan titik J2 dengan titik L

Cara membuat Pola Dasar Badan Bagian Belakang :

pertama- pertama buat garis tegak lurus. lalu namai ujung sudutnya dengan nama titik A. kemudian lanjutkan menghitung dan menggambar bagian yang lainnya secara urut supaya lebih mudah.
AB = 1/6 lingkar leher + 0,5 cm
AC = 2 cm
lalu hubungkan titik B dan titik C membentuk kerung leher belakang
dari garis atas turun sebanyak 3,5 cm ke bawah, buat garis bantu yang sejajar dengan garis atas. dari titik B ukur hingga menyentuh garis bantu.
BD = panjang bahu
CE = 1/2 panjang punggung
EF = 1/4 lingkar badan – 1 cm
CG = 9 cm
GH = lebar punggung
lalu hubungkan titik D, titik H, dan titik F untuk membentuk kerung lengan
EI = 1/2 panjang punggung
IJ = 8 cm
JJ1 =JJ2 = 1,5 cm
tarik garis dari titik J lurus ke atas hingga menyentuh garis EF, kemudian dari garis EF turun sebanyak 5 cm. lalu hubungkan dan bentuk kupnat
IK = 1/4 lingkar pinggang -1 cm + 3 cm (kupnat)

Nah, selesai. gimana? simpel atau ribet? tergantung lah yaa… kalo masih kesulitan memahami bisa dicoba tutorial yang di FB. mudah-mudahan bisa membantu karena saya share step by stepnya secara detail satu persatu.

Pola dasar yang saya share di atas merupakan pola dasar yang ada selisih antara pola depan dan belakangnya. jika diukur kembali selisihnya sebesar 2 cm lebih besar pola depan daripada pola belakang. kalo saya pribadi sebenarnya pake pola apapun sih oke. mau yang ada selisihnya atau tidak. bagi saya semua pola adalah benarrr, hahaha… saya sih lebih tergantung pada model baju yang akan dibuat.

sekian… dan selamat , semangat belajar !